Kotak amal itu pun segera mencuri perhatian warganet. Kotak amal unik tersebut disebut menginpirasi jemaah agar berinfak lebih banyak karena mengingat kematian.
Kotak amal itu pun segera mencuri perhatian warganet. Kotak amal unik tersebut disebut menginpirasi jemaah agar berinfak lebih banyak karena mengingat kematian.
Dalam keterangannya, akun @anakusu mengutip status Dosen Komunikasi FISIP USU Bapak Syafruddin Pohan dengan judul 'MAAFKAN BAPAK NAK' Berikut kisah haru tersebut:
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa si kakek sedang sakit dan dirawat di sebuah Rumah sakit. Namun karena situasi sedang pandemi, pihak rumah sakit membatasi untuk membesuk sang kakek.
Saat mendapat laporan, Wawali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi langsung mencari tahu siapa warga tersebut karena perbuatannya telah mencemari lingkungan.
Tidak sedikit warganet yang dibuat haru dengan pemandangan tersebut. Ada pula yang iri karena sang ibu telah tiada sehingga tidak bisa berbakti kepadanya.
Di video tersebut terlihat angin puting beliung yang sedang berputar dan atasnya diselimuti awan gelap. Tak jauh dari lokasi angin beliung tampak seorang nelayan sedang menjalankan perahunya.
Yang membuat heboh di video tersebut lantaran sang masinis sempat memberhentikan kereta yang dikendarainya dan melambaikan tangan ke arah para gadis yang menggodanya tersebut.
Akun @sulbar.hits juga mengunggah beberapa foto lain yang menggambarkan betapa dahsyatnya gempa yang membuat banyak gedung, perkantoran, pertokoan dan rumah warga rusak hingga ambruk total.
Foto tersebut diunggah oleh akun instragram @viralterkini99. Foto itu pun segera menuai komentar yang sebagian besar mendoakan bocah perempuan tersebut.
Pemasaran Afiliasi sederhananya, merujuk orang untuk membeli produk dari perusahaan yang sebagai imbalannya membayar anda dalam bentuk komisi.
Instagram saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia, 64 persen di antaranya berusia 18 hingga 29 tahun.