Menggandeng industri, pendidikan vokasi berperan mencetak SDM unggul dan mendukung hilirisasi riset.
Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri
Pendidikan tinggi vokasi di Indonesia kini semakin menonjol dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya paradigma baru dalam pendidikan tinggi yang mendukung pembangunan nasional. Fokusnya adalah menyiapkan SDM yang siap kerja dan mendorong pengembangan riset sains dan teknologi. Dengan demikian, hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan industri, mendorong kemandirian bangsa, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Dr. Leo Indra Wardhana, pemerhati pendidikan dari Sekolah Vokasi UGM, menyatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM unggul. Kurikulum di Sekolah Vokasi, seperti di Universitas Gadjah Mada, dirancang secara kolaboratif dengan industri terkait. Ini memastikan keselarasan antara pendidikan, keterampilan, dan kebutuhan dunia kerja.
Praktik dan Magang: Kunci Kesuksesan Lulusan Vokasi
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UGM menjelaskan bahwa program studi Sarjana Terapan diarahkan lebih spesifik pada profesi pekerjaan tertentu. Kurikulum yang lebih menekankan praktik dan magang membuat lulusan lebih siap kerja sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi dengan industri dalam menyusun kurikulum menjadi kunci utama. Meski fokus pada praktik, aspek teori tetap diberikan secara komprehensif untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan dan kemampuan memecahkan masalah.
Program magang di Sekolah Vokasi UGM bersifat wajib, berlangsung selama satu hingga dua semester di industri yang relevan. Ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara kampus dan industri. Meski ada tantangan keterbatasan infrastruktur dan pendanaan, kemitraan dengan industri menjadi solusi. Melalui magang, mahasiswa dan dosen dapat mengakses peralatan terkini dan mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
Leo juga menyoroti peluang lulusan Sarjana Terapan untuk berwirausaha. Sekolah Vokasi UGM menawarkan mata kuliah kewirausahaan yang wajib diikuti semua prodi. Ini bertujuan melatih mahasiswa menjadi pengusaha, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung hilirisasi riset berbasis sumber daya alam.