Video yang mencuri perhatian warganet ini dibanjiri berbagai macam komentar. Bahkan ada warganet yang ingin mengadopsi anak-anak tersebut.
Video yang mencuri perhatian warganet ini dibanjiri berbagai macam komentar. Bahkan ada warganet yang ingin mengadopsi anak-anak tersebut.
Memasak untuk persiapan buka puasa, Mbah Karso, lansia berusia 80 tahun alami kejadian nahas.
Acara perpisahan office boy (OB) di suatu kantor penuh suasana haru.
Ibunya terus berusaha menguatkan bocah laki-laki itu. Sang Ibu menasehati agar selalu senantiasa mendoakan sang ayah dan mengikhlaskan kepergiannya. "
Tubuhnya yang kecil harus berjualan keliling dengan membawa satu kotak keranjang dan tiga buah tas. Kotak keranjang di bawanya dengan ditenteng dan tiga tasnya dikalungkan pada pundaknya.
"Masa semua orang punya bapak, akunya ga punya bapak, masa ngomongnya gitu," sambil terus menangis bocah mengatakan kata-kata tersebut.
Tidak sedikit warganet yang mengusulkan untuk dilakukan open donasi untuk membantu bapak tersebut.
14 tahun hilang kontak, seorang wanita menangis haru saat bertemu kembali dengan asisten rumah tangga (ART) yang dulu pernah merawatnya. Momen pertemuan ini menyayat hati.
Seorang kakek berusia 93 tahun hidup seorang diri. Ia tak memiliki tempat tinggal dan tidur di jalanan
Sontak tangis sang pemuda pecah. Dia tidak kuasa menahan sedih atas kehilangan sosok Ibu yang merawatnya
Dalam video tersebut terlihat seorang kakek sedang mengumpulkan beras yang tercecer di pinggir jalan. Tidak diketahui bagaimana kronologi awalnya beras tersebut bisa tercecer
Video yang diunggah oleh @segenggamrindu ini sudah ditonton sebanyak 6 juta kali dan dibanjiri beragam komentar dari pengguna Instagram
Melalui video singkat nampak jelas seorang kakek yang sedang berjualan di pinggir jalan. Kakek yang mengenakan topi warna merah itu berjualan kerupuk sampai larut malam.
Di senjakala usia, Nenek Suning mesti berjalan kaki sejauh 15 Km untuk berjualan menjajakan peyek. Ia membanting tulang untuk menghidupi cucunya.
Seorang pria penyandang disabilitas bekerja keras di tengah keterbatasan, demi menghidupi keluarganya. Ia berjualan terompet mainan di pinggiran jalan untuk mencari nafkah menghidupi keluarganya
Dengan telaten dia membersihkan nisan dan menaburkan bunga serta menyiram air di makam sang Ibu.
Ibunya telah meninggal karena penyakit paru-paru tiga tahun lalu sedangkan sang ayah pergi menelantarkannya.
Video singkat tersebut memperlihatkan seorang anak perempuan yang mengenakan baju warna putih, sedang mencurahkan hatinya di depan jenazah ibunya.
Kakek Sadik nyatanya tidak memiliki perahu. Kakek Sadik harus melaut dengan menggunakan bas bekas. Dia mencari ikan dengan jaring.
Anak perempuan itu tertidur di trotoar tempat mereka menjajakan jualan. Tubuh sang kakak yang duduk membelakangi jalan raya tampak melindungi tubuh mungil adiknya dari sinar matahari.