Bahkan karena tidak memiliki ruangan, Asep pun harus tidur di luar sedangkan ibunya yang sudah lama sakit tidur di dalam gubuk yang menyatu dengan dapur.
Bahkan karena tidak memiliki ruangan, Asep pun harus tidur di luar sedangkan ibunya yang sudah lama sakit tidur di dalam gubuk yang menyatu dengan dapur.
Video yang mencuri perhatian warganet ini dibanjiri berbagai macam komentar. Bahkan ada warganet yang ingin mengadopsi anak-anak tersebut.
Dalam video tersebut terlihat seorang bapak-bapak yang mengais makanan dari tempat sampah di depan minimarket dan langsung memakannya.
Uang hasil penjualan tutup botol bekas itu lalu Fajar berikan kepada sang Nenek untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari.
Kakek Sadik nyatanya tidak memiliki perahu. Kakek Sadik harus melaut dengan menggunakan bas bekas. Dia mencari ikan dengan jaring.
Mereka diusir dari rumah kontrakan akibat tidak dapat membayar biaya kontrakan yang berjumlah Rp 400 Ribu perbulannya.
Rata-rata penghasilnya kisaran Rp 7.500-Rp 15.000 perhari, hal ini tentunya tidak sepadan perjuangannya mempertaruhkan nyawa menyusuri saluran air di trotoar yang tertutup beton.
Saat ini dia tinggal bersama ibu nya yang sehari-hari berjualan abu gosok.
Rumah itu sepertinya akan runtuh dan semua kamarnya terbuat dari kayu lapuk. Atap dan lantainya sudah terlalu tua.